Pages

Tampilkan postingan dengan label Tubuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tubuh. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 September 2011

Kenali Logam dalam Tubuh kita

Zat Besi (Fe)

  • Fungsi zat besi:

    Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan menghilangkan racun dari tubuh.
  • Efek jika kekurangan:

    Bagian bawah kelopak mata berwarna pucat dan mudah lelah.
  • Efek jika kelebihan:

    Dapat menyebabkan pembengkakan pada hati. Zat besi dapat mencegah penyerapan obat. Sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan jika sedang mengkonsumsi suatu obat agar khasiat obat tidak terbuang percuma. Zat besi yang berlebih dapat menyebabkan pembengkakan pada hati dan mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap zat tembaga.
  • Sumber makanan zat besi:

    Hati ayam, daging ayam, daging merah, ikan dan kacang polong.
  • Dosis yang dianjurkan:

    8-18 mg/hari

Seng (Zn)

  • Fungsi:

    Mempertahankan kesuburan, memperkuat daya tahan tubuh, membantu dalam proses penyembuhan dan mampu membantu tubuh agar menghasilkan sekitar 100 enzim yang diperlukan. Kekurangan enzim-enzim ini membuat metabolisme tubuh terganggu yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Seng juga berguna untuk kecantikan kulit yaitu dapat mencegah timbulnya jerawat, mencegah kulit kering dan membantu regenerasi kulit.
  • Efek jika kekurangan:

    Luka yang sulit sembuh karena lambatnya regenerasi kulit, tidak ada selera makan, lambatnya pertumbuhan, kelelahan bahkan dapat menyebabkan tidak subur pada pria.
  • Efek jika kelebihan:

    Jika jumlah zat ini melebihi 2000 mg di dalam tubuh dapat menghambat penyerapat zat tembaga dan folat yang juga diperlukan tubuh. Efek samping dari kelebihan zat ini antara lain pusing, muntah-muntah, sering mengantuk, berkeringat dan kadar kolesterol rendah.
  • Sumber makanan:

    Seng bisa didapat dari makanan seperti buncis, kacang-kacangan, keju, daging sapi, ayam dan aneka ikan laut.
  • Dosis yang dianjurkan:

    12 mg/hari.

Mangan (Mn)

  • Fungsi:

    Penting untuk menjaga kesehatan otak, tulang, berperan dalam pertumbuhan rambut dan kuku, dan membantu menghasilkan enzim untuk metabolisme tubuh untuk mengubah karbohidrat dan protein membentuk energi yang akan digunakan.
  • Efek jika kekurangan:

    Beresiko terkena diabetes, osteoporosis, rematik dan kolesterol tinggi.
  • Efek jika kelebihan:

    Menyebabkan kadar besi dalam tubuh menurun sehingga meningkatkan resiko terkena anemia, gangguan kulit, jantung, hati, pembuluh darah dan kerusakan otak. Selain itu, mangan yang berlebihan dapat mencegah penyerapan zat tembaga untuk tubuh.
  • Sumber makanan:

    Telur, kacang-kacangan, polong-polongan, sayuran berdaun hijau, daging merah. Pada buah-buahan terdapat pada buah strawberry, nanas, anggur.
  • Dosis yang dianjurkan:

    5 mg/hari

Kromium (Cr)

  • Fungsi:

    Dibantu dengan vitamin B3, kromium bertugas mengatur penempatan glukosa dalam darah menuju ke sel-sel tubuh untuk kemudian diubah menjadi energi.
  • Efek jika kekurangan:

    Meningkatkan kadar kolesterol dan lemak dalam darah yang dapat mengakibatkan penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.
  • Efek jika kelebihan:

    Menyebabkan iritasi lambung dan menghambat penyerapan tembaga oleh tubuh.
  • Sumber makanan:

    Roti, gandum, jagung, daging, ikan dan keju.
  • Dosis yang dianjurkan:

    25 mg/hari

Tembaga (Cu)

  • Fungsi:

    Membentuk hemoglobin, kolagen dan menjaga kesehatan saraf.
  • Efek jika kekurangan:

    Anemia, radanng sendi dan mudah lelah.
  • Efek jika kelebihan:

    Dapat menyebabkan keracunan yang ditandai dengan muntah, pusing, lemas, sakit perut dan diare. Jika terjadi terus-menerus dapat menyebabkan sakit jantung dan kerusakan hati yang berakibat pada kematian.
  • Sumber makanan:

    Seafood, gandum, jagung, polong-polongan.
  • Dosis yang dianjurkan:

    1,2 mg / hari

Magnesium (Mg)

  • Fungsi:

    Berperan penting untuk menjaga kesehatan jantung, ginjal dan otot.
  • Efek jika kekurangan:

    Dapat menyebabkan serangan jantung, ginjal, darah tinggi dan serangan asma.
  • Efek jika kelebihan:

    Dapat menyebabkan diare.
  • Sumber makanan:

    Kacang-kacangan, polong-polongan, sayuran berdaun hijau, gandum, jagung, tahu.
  • Dosis yang dianjurkan:

    320 mg/hari
»»  read more

Senin, 22 Februari 2010

Makan didepan Komputer Bisa Gemuk ?

Studi terbaru menegaskan pendapat yang sudah sering kita dengar bahwa makan cepat-cepat selain tidak baik bagi pencernaan juga memicu kegemukan. Perlu diketahui pula, hal seperti ini kerap terjadi pada mereka yang terbiasa makan di depan komputer atau di meja kerja. Studi yang dilakukan para peneliti di Imperial College, London menemukan bahwa mereka yang menelan makanan cepat-cepat cenderung makan lebih banyak dibandingkan mereka yang makan dengan santai.

http://www.krjogja.com/krjogja/photos/70fa35c2de9a0def9bbed48e4f5cd9ad.jpg

Pasalnya, proses makan yang cepat bisa menghambat pelepasan hormon yang berfungsi menyampaikan pesan ke otak untuk memberitahukan kalau perut sudah kenyang.
"Temuan ini mendukung anjuran lama yang menasihati Anda agar mengunyah makanan setidaknya 20 kali sebelum masuk ke dalam perut," kata salah salah satu peneliti Stephen Bloom.

http://riyanh.files.wordpress.com/2009/06/gemuk_gembrot.jpg

Bloom menyebutkan hal ini sering dilakukan para pekerja yang cenderung makan di meja kerjanya. Menurutnya, kebiasaan mereka yang makan terburu-buru sambil berada di depan komputer bisa memicu epidemi obesitas. "Makan dengan cepat, makan di tempat kerja atau makan sambil mengerjakan tugas di layar monitor membuat Anda terus memasukkan makanan ke mulut. Hal ini bisa meningkatkan risiko kegemukan," kata Bloom.

http://cuek.files.wordpress.com/2009/10/gemuk.jpg

Dalam studi ini, peneliti membandingkan sampel darah dari beberapa partisipan yang diminta mengonsumsi es krim sebanyak 300ml dengan kecepatan berbeda-beda. Selain itu, peneliti juga mengukur kadar hormon yang memberi sinyal ke otak bahwa perut sudah kenyang. Hasilnya diketahui bahwa mereka yang menghabiskan waktu 30 menit untuk makan es krim memiliki kadar hormon lebih tinggi. Saat dibandingkan dengan partisipan yang makan terburu-buru, mereka pun mengaku merasa lebih kenyang.
»»  read more

Ludah sang Penyembuh Luka

Para peneliti dari Belanda telah mengidentifikasi satu zat di dalam air ludah manusia yang mempercepat penyembuhan luka, demikian laporan mereka yang disiarkan Rabu di The Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB).

http://ridwansyahyusufachmad.files.wordpress.com/2008/06/luka.jpg

Tim peneliti tersebut mendapati bahwa histatin, protein kecil di dalam air ludah yang sebelumnya hanya dipercaya membunuh bakteri bertanggung jawab atas penyembuhan luka.
Penelitian itu mungkin menawarkan harapan kepada orang yang menderita luka kronis yang berhubungan dengan diabetes dan gangguan lain, serta luka traumatis dan luka bakar. Selain itu, karena zat tersebut dapat diproduksi secara massal, maka zat itu memiliki potensi untuk menjadi sama umumnya dengan krim antibiotik dan alkohol gosok.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjawCgbr5NbsJbcv-2H5Dd1grW_eWQNAtPg9nz_u7ybWuzT9IE1T_-6v3SxUygIk10ytTvpxN5XVnoAZxMK8OjMD5KU3vlKoDu60Dv6JJQxe5mIb6IVftVUxAguVnQLuqY1UJYktavmkeiU/s400/spit.jpg

"Kami berharap temuan kami pada akhirnya bermanfaat buat orang yang menderita luka yang tak kunjung sembuh, seperti borok di kaki dan luka akibat diabetes, serta bagi perawatan luka mengakibatkan trauma seperti luka bakar," kata Menno Oudhoff, penulis pertama laporan tersebut.

http://img117.imageshack.us/img117/1197/39999578sneezecopy.jpg

"Studi ini bukan hanya menjawab pertanyaan biologi mengenai mengapa hewan menjilati luka mereka," kata Gerald Weissmann, Pemimpin Redaksi FASEB Journal. "Itu juga menjelaskan mengapa luka di mulut, seperti luka setelah pencabutan gigi, sembuh jauh lebih cepat dibandingkan dengan luka pada kulit dan tulang. Itu juga mengarahkan kita untuk mulai memandang air ludah sebagai satu sumber bagi obat baru.
»»  read more

Minggu, 21 Februari 2010

8 Penyebab Kentut

Banyak orang yang merasa malu jika ketahuan kentut karena masalah perkentutan seringkali dinilai dari sisi etika dan kesopanan. Padahal kentut itu sehat karena menandakan sistem pencernaan dan usus yang berfungsi normal.

Selama ini yang banyak diketahui orang, kentut dipicu dari makanan seperti kacang-kacangan, kedelai atau fast food yang merupakan jenis makanan penyebab flatulensi (perut kembung). Jika perut sudah kembung, tak berapa lama kemudian mungkin Anda akan mengeluarkan gas si kentut.

Tapi bukan makanan saja yang bisa memicu buang angin alias kentut ini. Setidaknya ada 8 faktor yang mungkin menjadi pemicunya.

Kentut itu sehat karena menandakan gerakan peristaltik usus hingga anus berjalan normal. Tapi kalau buang anginnya keseringan itu pertanda ada gangguan di perut.

Pernahkah Anda mendengar seseorang harus menjalani operasi karena tidak bisa kentut? Jadi bersyukurlah kalau masih bisa kentut.

Seperti dikutip dari Digg, Kamis (18/2/2010), ada 8 hal yang bisa memicu seseorang sering kentut.
1. Naik pesawat.
Saat berada di lingkungan bertekanan udara rendah, gas yang terperangkap dalam tubuh akan terdorong ke luar sehingga Anda cenderung ingin kentut.

2. Gigi palsu yang dipasang tidak benar.
Jika Anda punya gigi palsu tapi pemasangannya kurang pas, maka akan banyak udara yang terjebak di sela-sela gigi. Lalu ketika menelan, udara akan ikut masuk ke dalam tubuh dan memungkinkan terjadinya kentut.

3. Anoreksia.
Ketika tidak ada makanan yang masuk ke dalam perut, lama kelamaan usus bisa mengecil. Tak hanya gas yang terperangkap di dalamnya, tapi juga bakteri. Alhasil, orang anoreksia cenderung mengeluarkan gas (kentut) yang bau.

4. Makan permen karet.
Semakin banyak mengunyah permen karet, semakin banyak pula gas yang berada di mulut. Selain itu pemanis buatan yang ada di permen karet biasanya sulit dicerna tubuh sehingga menimbulkan gas.

5. Mengisap ganja.

Sama halnya dengan mengunyah permen karet, mengisap ganja juga bisa memicu kentut karena banyak udara yang akan masuk melalui kegiatan inhalasi.

6. Minum bir.
Bir bisa memicu pengeluaran gas dari 3 faktor, yaitu air, karbonasi dan alkohol.

7. Kanker.
Punya penyakit kanker, terutama kanker perut dan usus besar biasanya bisa menyebabkan pengeluaran gas atau kentut yang terus menerus.

8. Konstipasi (Sembelit).
Meskipun terjadi penghambatan akibat konstipasi, tapi gas akan selalu mencari cara untuk keluar. Akan ada ruang kecil untuk gas keluar dari perut dan baunya akan lebih menyengat
»»  read more